Sel || Biologi || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Organisasi Tingkat Sel

Pengertian Sel

Sel adalah unit fungsional dan struktural terkecil penyusun makhluk hidup

Penemuan sel diawali dengan penemuan mikroskop oleh Zacharias Janssen (1590), kemudian :

a. Robert Hooke (1665) → "Cellula" artinya ruang kecil, jadi ia mengemukakan sel adalah semacam ruang kosong.

b. Robert Brown (1831) → sel tidak kosong, sel memiliki nukleus (inti)

c. Felix Dujardin (1835) → bagian terpenting sel adalah isi sel yang terdiri atas materi hidup. 

c. Matthias Schleiden (1838) → semua jaringan tumbuhan tersusun atas sel-sel

d. Theodor Schwann (1839) → semua organisme tersusun atas lebih dari 1 sel. Bersama Schleiden mengungkapkan sel adalah unit dasar struktural makhluk hidup.

e. Johanes Purkinje (1839) → sel ada protoplasma

f. Rudolph Virchow (1858) → sel berasal dari sel lainnya "omnis cellula e cellula"


g. Hanstein (1880)  sel merupakan kantong yang berisi organesel

h. Ernst Ruska (1931) → menemukan miskroskop TEM sehingga dapat melihat sel lebih jelas.

i. Watson and Crick (1953) → materi genetik diturunkan oleh sel kepada keturunannya.

j. Lynn Margulis (1981) → di dalam evolusi sel terdapat sebuah simbiosis.

k. Edmund B. Wilson (1983) → sel sebagai kesatuan hereditas.

l. Rene Dutrochet (1987) → sel sebagai kesatuan pertumbuhan.


Macam-macam Sel

a. Bdk. Membran Inti

    -Prokariotik (belum ada membran) = Bakteri / Monera

    -Eukariotik (sudah ada membran) = Plantae, Animalia, Protista, dsb. (kecuali Bakteri/Monera)

b. Bdk. Jumlah Sel

    -Uniseluler (hanya 1 sel) = beberapa fungi, beberapa protista, monera, bakteri

    -Multiseluler (banyak sel) = beberapa fungi, beberapa protista, Plantae, Animalia.


Struktur Sel   

Sel memiliki 2 komponen utama yaitu


1. Membran Sel

Membran sel adalah lapisan terluar sel, didalamnya terdapat bagian senyawa kimia.


Fosfat bisa mengikat air (Hidrofilik). Sedangkan, lipid tidak bisa (Hidrofobik).


2. Nukleus 

Nukleus adalah bagian sel terpenting, karena dia yang mengatur aktivitas sel.

Nukleus terdiri atas :

a. Nukleolus (anak inti)

b. Kromatin (menyimpan materi genetik DNA dan RNA)

c. Nukleoplasma

d. Membran inti (Karioteka)


3. Retikulum endoplasma (RE)

Ada 2 macam :

a. RE kasar (yang ada bintik-bintik) → jalur transportasi protein

b. RE halus → jalur transportasi selain protein (seperti karbohidrat, lemak)


4. Ribosom

Fungsinya untuk sintesis protein. Sintesisnya sendiri ada 2 proses :

a. Transkripsi ( proses pencetakan )

b. Translasi ( penerjemahan )


5. Badan Golgi / Aparatus Golgi

Dalam tumbuhan namanya Diktiosom.

Fungsinya untuk melakukan sekresi (pengeluaran zat yang masih digunakan oleh tubuh), contohnya sekresi enzim dan hormon.


6. Mitokondria

Fungsinya untuk menghasilkan Energi(ATP), atau prosesnya disebut sebagai oksidasi makanan / respirasi sel.


7. Lisosom ( Seperti agen pembersih sel )
Lisosom berisi enzim-enzim hidrolitik (penghancur), proses yang berkaitan yaitu :

a. Autofag → menghancurkan bagian sel yang sudah mati

b. Autolisis → penghancuran diri tapi terprogram (ketika sudah tidak berfungsi)


8. Sentriol / Sentrosom

Fungsinya untuk mengatur pembelahan sel. Saat sel membelah ada benang yang akan menjulur (spindel)

Jadi, sentriol pun menghasilkan spindel, benang yang mengatur kromosom saat pembelahan berlangsung.


9. Badan Mikro

Organel yang terlalu kecil sehingga tidak terdapat pada gambar, Badan Mikro terdiri atas :

a. Peroksisom → menetralkan racun Hidrogen Peroksida ( H2O) menjadi H2O  dan O2.

b. Glioksisom → metabolisme / hidrolisis lemak menjadi karbohidrat.


10. Sitoskeleton ( Sito → Sel dan Skeleton → Rangka )

Sitoskeleton adalah rangka sel. Sama seperti rangka manusia, fungsinya untuk menopang dan memberi bentuk sel. 

Ada 3 macam :

a. Mikrotubulus ( bentuknya seperti tabung, berbulat-bulat )

b. Mikrofilamen ( seperti rantai, lebih tipis dari mikrotubulus )

c. Filamen Intermediet ( seperti per )


11. Vakuola

Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan. Pada beberapa hewan khususnya protozoa fungsinya sebagai alat pencernaan.


Perbedaan Antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan


(gambar ilustrasi saja, gambar yang lebih bagus dicari di google aja hehehe..)

Organel Sel

Hewan

Tumbuhan

Dinding sel

 

Vakuola sentral

 

Lisosom

 

Sentriol/Sentrosom

 

Plastida/Kloroplasma

 

Dinding sel pada tumbuhan tersusun atas selulosa, hemiselulosa, lignin, pektin.

Ada organel plastida ( dikenal dengan Kloroplasma ) ternyata di dalamnya terdapat 3 pigmen :

a. Kloroplas → Klorofil (hijau)

b. Kromoplas → selain hijau, seperti : merah (fikoeritrin), oranye (karoten), kuning (xantofil), dan cokelat (fukosantin).

c. Leukoplas (tidak ada pigmen) → menyimpan cadangan makanan yang terdiri atas 3 :

  - Amiloplas → berarti menyimpan amilum

  - Proteoplas → protein

  - Elaioplas / Lipidoplas → lemak


Transportasi Melalui Membran Sel

A. Pembagian berdasarkan kebutuhan ATP dan arahnya

Dibagi menjadi 2 bagian :

1. Transport Aktif ( perpindahan dari yang sedikit ke yang banyak )

    Butuh energi (ATP) karena melawan gradien konsentrasi (konsentrasi rendah ke tinggi). Tujuannya adalah untuk memelihara keseimbangan sel.

2.  Transport Pasif ( dari yang banyak ke yang sedikit )

    Tidak perlu energi (ATP) karena tidak melawan gradien konsentrasi. Yang di transpor berupa zat-zat nonpolar seperti glukosa, air, oksigen. 


B. Macam transport aktif

1. Pompa Ion (Natrium-Kalium)

    Terjadi pada pertukaran ion Na+ dan K+  terjadi karena perbedaan potensial/muatan. Terjadi saat penjalaran impuls (berhubungan dengan sel saraf). Pompa ion ini adalah enzim yang ditemukan dalam membran dari semua sel hewan

Fungsinya untuk memindahkan Nadari sel dan Kdi dalam sel terhadap gradien konsentrasi mereka.


2. Kotransport ( Couple Transporter )

    Perpindahan suatu zat yang harus melibatkan perpindahan zat lain. Contohnya, ketika glukosa ingin masuk ke dalam membran sel, maka membran harus mengeluarkan Hagar bisa masuk.

Macam-macam kotransport :

a. Uniport : transport 1 macam zat dan hanya 1 arah (sisi membran satu ke sisi lain)

    Misalnya → protein pengikat Ca pada membran plasma dan RE yang aktif mentranspor ion Ca2+ dari daerah konsentrasi tinggi baik dari dalam luar RE.

b. Simport : transport lebih dari 1 zat (molekul), masih hanya 1 arah

    Misalnya → pengambilan asam amino dari usus halus ke sel-sel yang membatasinya memerlukan pengikatan ion Nadan asam amino secara bersamaan ke protein transporter yang sama.

c. Antiport : transport lebih dari 1 zat (molekul), arah berlawanan.

    Misalnya → banyak sel yang memiliki pompa NaK yang menggerakkan Na+ ke luar sel dan Kke luar sel


3. Endositosis

    Masuknya zat padat/tetes cairan dari luar masuk ke dalam melalui membran. Sering terjadi pada Amoeba dan sel-sel tubuh Vertebrata, seperti sel darah putih, sel-sel ginjal, epitelium usus, dan makrofag hati. 

Jika ada zat yang ingin/harus masuk, maka zat akan melebur bersamaan dengan membran sel, lalu membentuk kantung (vesikel), sehingga zat bisa masuk.

Ada 3 macam :

a. Penangkapan kuman penyakit oleh sel darah putih dengan cara endositas disebut fagositosis. Atau gampangnya fagositosis yang berupa zat padat

b. Panositosis berupa zat cair seperti nutrisi

c. Endositosis yang diperantai reseptor 


4. Eksositosis 

    Kebalikan dari Endo, dari dalam ke luar. Prosesnya dari Badan Golgi, diangkut vesikel yang letaknya dekat dengan Badan Golgi, lalu melebur dengan membran sel, dan terlepas ke luar sel.


C. Macam transport pasif

1. Membedakan Difusi dan Osmosis :

Difusi

Osmosis

Perpindahan zat terlarut

Perpindahan pelarut (air)

Dari zat yang banyak ke zat yang dikit (larutan pekat ke encer)

Dari air yang banyak ke air yang dikit (larutan encer ke pekat)

Atau umumnya dari Hipertonik ke Hipotonik.

Atau umumnya dari Hipotonik ke Hipertonik.


Larutan kental konsentrasi zatnya tinggi. Larutan encer konsentrasinya rendah.
Sehingga juga bisa dikatakan Difusi perpindahan dari Molaritas tinggi ke rendah, dan sebaliknya untuk Osmosis.
Hipertonik adalah larutan konsentrasi tinggi
Hipotonik adalah larutan konsentrasi rendah
Isotonik adalah dua larutan dengan konsentrasi sama

Contoh difusi : proses pengawetan makanan, pemberian gula pada cairan teh tawar.
Contoh Osmosis : kentang dann kacang yang dimasukkan ke air garam


2. Bagaimana Osmosis Pada Sel

3. Difusi terfasilitasi
Perpindahan zat secara difusi tapi dibantu protein, yang terdiri atas 2 yaitu protein pembawa (carrier) dan lorong.




Komentar