Sejarah Kedatangan Bangsa Belanda-Inggris ke Nusantara || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sejarah Kedatangan Bangsa Belanda-Inggris ke Nusantara


A. Belanda Datang ke Indonesia

Ada beberapa periode Belanda di Indonesia :

1. Masuknya penjelajah Belanda

a. Datang pertama kali

Kapal pimpinan Cornelis de Houtman (1596) pergi ke Banten untuk mencari rempah-rempah. Tidak diterima dengan baik karena sifatnya tidak disukai masyarakat.


b. Datang kedua kali

Pada November 1598, kapal pimpinan Jacob van Neck dan Van Waerwyck mendatangi Banten. Portugis sedang memburuk kala itu sehingga mereka diterima dengan baik. Kedatangan membuahkan hasil, 3 kapal Belanda penuh dengan lada, dan 5 kapal lainnya menuju Maluku.


2. Didirikannya VOC lalu bubar

     Didirikan tanggal 20 Maret 1602. Verenidge Oost-Indische Compagnie (Perkumpulan Dagang India Timur) dengan teknik divide et impera. Kantor VOC dibuka pertama di Banten oleh Francois Wittertt.

Tujuan VOC :

-Menghindari persaingan tidak sehat antara sesama pedagang Belanda

-Memperkuat posisi Belanda dalam persaingan, baik sesama bangsa Eropa, maupun dengan bangsa Asia.

-Mendapat monopoli perdagangan, impor maupun ekspor


Hak istimewa VOC (Oktroi) :

1. Melakukan monopoli dagang

2. Mencatat dan menyebarkan uang

3. Mengangkat dan memberhentikan pegawai

4. Melakukan pengadaan atas perjanjian dan juga para raja di wilayah jajahan

5. Memiliki tentara

6. Mendirikan benteng

7. Menyatakan serta melakukan peperangan dan perdamaian dengan pihak lain

8. Pengangkatan dan pemberhentian terhadap penguasa daerah setempat


Pada 31 Desember 1799, VOC resmi bubar dan rugi sekitar 136,7 juta gulden. 


Penyebab runtuhnnya VOC :

-Korupsi para petinggi VOC

-Anggaran membengkak akibat perluasan wilayah kekuasaan

-Biaya perang

-Persaingan dengan kongsi dagang lain (EIC, Prancis, spanyol, portugis)

-Utang sangat besar

-Pemberian laba yang sangat besar kepada pemegang saham

-Tantangan dari kaum liberalis di Belanda

-Pendudukan Perancis terhadap Belanda tahun 1795. (Louis Bonaparte, saudara Napoleon Bonaparte, diterapkan sistem Bonapasti)


Setelah VOC runtuh, Indonesia atau Hindia Timur/Belanda, jatuh ke tangan Republik Bataaf.


Fun Fact :

Mata uang yang berlaku di Indonesia pada masa penjajahan dan awal kemerdekaan :

-Uang Hindia Belanda

-Uang Jepang

-Uang Javasche Bank


3. Pemerintahan Republik Bataaf

Republik Bataaf adalah pemerintahan baru yang dibentuk pada saat Belanda dikuasai oleh Perancis. Herman Willem Daendels ditunjuk sebagai gubernur Jenderal di Hindia Belanda. Tugas utamanya adalah mempertahankan wilayah Hindia Belanda dari serangan Inggris.

Kekuasaan berlangsung selama 5 periode (1800-1811)


Gubernur Jenderal Pada Era Itu :

a. Pieter Gerardus Van Overstraten (1800-1801)

b. Johannes Siberg (1801-1802), 1801 hanya  pergantian sementara karena kematian gubernur Pieter.

c. Albertus Hendricus Wiese (1805-1808)

d. Herman Williem Daendels (1808-1811)

e. Jan Williem Janssens (1811)


a. Daendels

Daendels dikirim oleh Louis Bonaparte menjadi gubernur dengan 2 tugas :

-Menyelenggarakan pemerintahan di Indonesia

-Mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris, karena impian terbesar Napoleon = mengalahkan Inggris

Fun Fact :

Ketika Napoleon menguasai Mesir, ia berhasil meningkatkan pembangunan Terusan Suez yang akhirnya selesai pada zaman Napoleon III. 


Beberapa kebijakan Daendels:

a. Bidang pertahanan dan keamanan

Jalan raya Anyer – Panarukan (secara bertahap) dan pembangunan benteng pertahanan seperti benteng Mester Cornelis.

b. Bidang pemerintahan

Turut ikut campur dan perubahan dalam tata cara dan adat istiadat dalam kerajaan di Jawa.

c. Bidang sosial-ekonomi

Memaksakan mengadakan perjanjian dengan para penguasa lokal.


Daendels digantikan oleh Jenderal Jan Willem Jansen (20 Feb 1811). Hanya berlangsung sebentar, Lalu, Belanda menyerah pada Inggris setelah ditandatanganinya Kapitulasi Tuntang 18 Sept 2021 yang berisi :

a. Pulau Jawa dan sekitarnya jatuh ke tangan Inggris

b. Semua tentara Belanda menjadi tentara Inggris

c. Orang-orang Belanda dipekerjakan untuk pemerintah Inggris


b. Thomas Stamford Raffles (1811-1814) (Pemerintahan Inggris)

Saat Inggris berkuasa, ia ditunjuk jadi Gubernur di Jawa.

Kebijakan Raffles :

- Menghapus sistem Priangerstelsel, kerja paksa, sistem pajak hasil bumi (Contingenten)

- Membebaskan rakyat dalam melakukan penanaman dan menghentikan perbudakan.

- Menerapkan sistem tanah sebagai milik pemerintah, sedangkan petani sebagai penggarap.

- Pemberlakuan pajak tanah

- Pengangkatan Bupati sebagai pegawai pemerintahan dan menetapkan jabatan Bupati diwariskan turun temurun

- Membagi Pulau Jawa menjadi 16 Keresidenan.

- Membentuk sistem pemerintahan yang serupa dengan sistem pemerintahan di negara Inggris.


B. Era Kolonialisme 

5 Era Kolonialisme dikuasai oleh : 

a. Era kolonialisme VOC (1602-1799)

b. Era kolonialisme Republik Bataaf (1799-1811)

c. Era kolonialisme Inggris (1811-1816)

d. Era kolonialisme Pemerintah Belanda (1816-1942)


Sistem tanam paksa (cultuurstelsel) dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch (1830) penyebabnya :

1.Pemerintah Belanda dililit utang luar negeri sehingga perlu biaya besar untuk membayarnya.
2. Pemerintah Belanda banyak mengeluarkan biaya untuk perang melawan Pangeran Diponegoro, Perang Padri, dan berbagai perang di daerah.
3. Pemasukan uang dari penanaman kopi tidak banyak.
4. Terjadinya Perang Kemerdekaan Belgia yang diakhiri dengan pemisahan Belgia dari Belanda pada tahun 1830.


Tanam Paksa

Aturan Tanam Paksa :

1. Penduduk wajib menyerahkan 1/5 tanahnya untuk ditanami tanaman wajib

2. Tanah yang ditanami tanaman wajib bebas dari pajak

3. Waktu yang digunakan untuk pengerjaan tanaman wajib tidak melebihi untuk  menanam padi

4. Apabila harga tanaman wajib setelah dijual melebihi besarnya pajak tanah,  kelebihannya dikembalikan kepada penduduk.

5. Kegagalan panen tanaman wajib bukan kesalahan penduduk menjadi tanggung  jawab Pemerintah Belanda.

6. Penduduk dalam pekerjaannya dipimpin penguasa pribumi, sedangkan pegawai Eropa sebagai pengawas, pemungut, dan pengangkut.

7. Penduduk yang tidak memiliki tanah, harus melakukan kerja wajib selama seperlima tahun (66 hari), dan mendapatkan upah.


Penyimpangan Aturan :
1. Awalnya bersifat sukarela, menjadi paksaan.
2. Tanah untuk tanaman wajib selalu lebih dari 1/5 tanah.
3. Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayar.
4. Waktu untuk kerja wajib melebihi dari 66 hari, dan tanpa imbalan yang memadai.
5. Tanah untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak.
6. Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani.

Dampak Tanam Paksa :
(+) Dikenalnya tanaman komoditas ekspor oleh rakyat Indonesia
(-) Kelaparan di beberapa daerah


Politik Pintu Terbuka
adalah kebijakan memperbolehkan pengusaha swasta untuk berinvestasi / menanam modalnya di Hindia Belanda. Kebijakan ini diakomodir oleh :
a. UU Gula (Suiker Wet)
b. UU Agraria (Agrarische Wet)
c. Peraturan Kontrak Kerja (Koelie Ordonantie)
d. Peraturan Sanksi Pelanggaran Kontrak Kerja (Poenale Sanctie)

Dampak Politik Terbuka :
(+) Bertambahnya jumlah perusahaan swasta di Indonesia
(-) Beban kerja berat dan kontrak kerja tidak adil


Politik Balas Budi / Politik Etis
Sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk meningkatkan kemajuan kesejahteraan rakyat di negara jajahan.
Pencetus : Theodore van Deventer

Trilogi/Trias van Deventer :

Trias van Deventer

Aturan Awal

Penyelewengan

Irigasi

Membangun/memperbaiki sarana pengairan tanah penduduk.

Saluran dibangun mengarah ke perkebunan milik swasta.

Transmigrasi

Mewujudkan pemerataan penduduk.

Dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada perkebunan swasta di luar Pulau Jawa.

Edukasi

Memberi Pendidikan modern kepada seluruhnya

Hanya diberikan untuk anak bangsawan/petinggi

Pendidikan diberikan untuk menghasilkan tenaga administrasi pemerintahan yang dibayar murah.


Dampak : munculnya golongan terpelajar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat-sifat Gereja || Agama Katolik || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sumpah Pemuda dalam Masa Pergerakan Nasional || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi