Pergerakan Nasional || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi
|
Sebelum
Tahun 1908 |
Setelah
Tahun 1908 |
|
Dipimpin raja/bangsawan dan tokoh agama |
Dipimpin kaum terpelajar |
|
Bersifat kedaerahan (lokal) |
Bersifat nasional dan telah ada kerjasama antardaerah |
|
Bersifat fisik (perlawanan
dengan senjata) |
Diplomasi dengan cara
modern seperti media, perundingan, lobi, mogok, dsb. |
|
Fokus pada pemimpin kharismatik |
Ada organisasi modern yang
memungkinkan adanya kaderisasi (terorganisir) |
|
Bersifat reaktif dan
spontan |
Ada visi yang jelas, yaitu Indonesia merdeka. |
|
Perlawanan selesai ketika pemimpin
terbunuh/tertangkap. |
|
Faktor Internal Nasionalisme :
1. Kondisi sosial,
politik, dan ekonomi yang parah
2. Rakyat yang senasib
dan sepenanggungan
3. Munculnya kaum
terpelajar
4. Kenangan akan
kejayaan bangsa pada masa lampau (Sriwijaya dan Majapahit)
Faktor Eksternal
1. Kesuksesan pergerakan nasional di negara-negara Asia dan Afrika
2. Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang tahun 1905
3. Masuk dan berkembangnya paham-paham baru dari Eropa dan Amerika. (Nasionalisme, Liberalisme, Demokrasi, dsb)
4. Pengaruh revolusi Cina, kemerdekaan Mesir, dan modernisasi Jepang.
1. Politik Etis / Balas Budi (Etische Politiek) : kebijakan Belanda yang tujuannya untuk
membalas jasa dan menciptakan kaum terpelajar Indonesia. Kebijakan Politik Etis yaitu irigasi, emigrasi, dan edukasi. Dampaknya, banyak sekolah baru sehingga muncul golongan terpelajar Indonesia.
2. Pada Agresi Militer II, Bung Karno ditangkap, karena takut bendera itu ditangkap dan geledah, bendera itu selamatkan, dibagi dua merah dan putih, salah satunya dititip ke Ki Hajar Dewantara,
Ketika memasuki masa orde Lama - Baru, bendera diminta oleh Soeharto. Soeharto meminta Jenderal nya untuk meminta ke Soekarno (benda yang sudah dibelah, lalu disatukan).
Organisasi-organisasi yang terbentuk pada masa itu dibagi dalam 4 periode :
A. Periode Awal Perkembangan
Tujuan : memperbaiki kondisi sosial-budaya.
Gerakan bersifat moderat dan kooperatif.
1. Boedi Oetomo
-Organisasi nasional pertama di Indonesia (20 Mei 1908)
-Bersifat non-politik dan kooperatif (bersedia bekerja sama dengan Belanda)
-Penggagas : Dr. Wahidin Sudirohusodo, Pendiri : Dr. Soetomo (bukan Bung Tomo)
-Anggota : mayoritas pelajar STOVIA dan golongan prijaji di Pulau Jawa.
-Memberi dana beasiswa bagi para pelajar cerdas
namun tidak mampu. Dr. Wahidin Soedirohoesodo melakukan Studiefounds , ia berkeliling Pulau Jawa untuk mengumpulkan dana beasiswa sambil menyerukan betapa
pentingnya pendidikan.
-Faktor penyebab melambatnya pergerakan BU :
a. Cenderung memajukan pendidikan untuk kalangan prijaji.
b. Lebih mementingkan pemerintah kolonial Belanda daripada kepentingan rakyat Indonesia.
c. Menonjolnya kaum prijaji yang lebih mengutamakan jabatan menyebabkan kaum terpelajar tersisih.
d. Pada tahun 1935, BU mengadakan fusi ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra). Sejak itu BU terus merosot dan mundur dari arena politik.
2. Sarekat Islam
-Awalnya bernama Sarekat Dagang Islam. Pendiri : Hj. Samanhudi (1911)
-Tujuan awal : memajukan agama Islam dan para pedagang Islam
-10 September 1912, dihilangkan kata "Dagang" agar SI dapat bergerak di bidang yang lebih luas. Yang menghilangkan : H.O.S Cokroaminoto
-Awalnya bersifat kooperatif dan non-politik.
-Namun SI di bawah pimpinan Cokroaminoto seringkali mengkritik kebijakan pemerintah kolonial yang merugikan rakyat kecil (politik). SI berubah jadi partai politik (1917)
- SI sempat terpecah dua :
a. SI Putih - Nasionalisme Islam ( Pimpinan Cokroaminoto dan Agus Salim )
b. SI Merah - Komunis ( Pimpinan Semaun dan Darsono )
3. Muhammadiyah
-Pendiri : K.H. Ahmad Dahlan ( 18 Nov 1912 )
-Asas perjuangan : Modernisasi Islam dan Kebangsaan.
-Bersifat non-politik dan kooperatif. Fokus di bidang agama, pendidikan, sosial, kesehatan.
B. Periode Nasionalisme Politik
Mulai bergerak dalam Politik untuk meraih kemerdekaan Indonesia.
1. Indische Partij
-Organisasi
politik pertama di Indonesia (25 Desember 1912)
-Pendiri : Tiga Serangkai, yaitu E.F.E. Douwes Dekker, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Soewardi
Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara.)
-Bersifat politik dan non-kooperatif.
-Tujuan Indische Partij : kemerdekaan Indonesia melalui jalur politik.
-Sarana perjuangan : Surat kabar De Express (isinya kritikan terhadap pemerintah kolonial). Salah satu artikel berjudul "Als Ik Eeen Nederlander Was" atau "Andai Aku Orang Belanda" yang berisi tentang kritik perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari Perancis (Penulis : Soewardi Soerjaningrat). Karena itu IP dilarang dan 3 Serangkai diasingkan ke Belanda (1913).
2. Gerakan Pemuda
-Pendiri : para pelajar
-Tujuan awal : memajukan pendidikan dan budaya di daerah masing-masing
-Organisasi kepemudaan di berbagai daerah, seperti Jong Java, Sumatranen Bond, Celebes, Minahasa, Ambon, Batak, Perkumpulan Pasundan. Jong berasal dari Bhs. Belanda, dalam Bhs. Indo artinya muda/pemuda.
-Salah satu kegiatannya, Kongres Pemuda.
3. Gerakan Perempuan
-R.A Kartini dan Dewi Sartika
-Pemikiran Emansipasi Wanita dari Kartini terangkum dalam surat-suratnya kemudian dibukukan oleh Armijn Pane, berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.
-Dewi Sartika (dari Bandung), ialah penggagas berdirinya perkumpulan dan sekolah khusus perempuan bernama Kautamaan istri
C. Periode Radikal
Bersifat non-kooperatif, dan keras terhadap pemerintah Belanda
D. Periode Bertahan
Kembali bersifat moderat dan kooperatif.
1. Taman Siswa
-Pendiri : Ki Hajar Dewantara (Soewardi Soerjaningrat), 3 Juli 1922.
-Yakin bahawa pendidikan = sarana yang efektif untuk mewujudkan perubahan sosial dan memajukan kehidupan bangsa.
-Konsep pengajaran ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. artinya pemimpin di depan harus mampu menjadi teladan, seorang ditengah kesibukannya tetap harus membangkitkan semangat, dan seorang memberikan dorongan dari belakang.
Fact : 2 Mei (kelahiran beliau) dipengeringati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
2. Partai Indonesia Raya (Parindra)
-Ketua : Dr. Sutomo (1935)
-Gabungan organisasi yang lebih kecil, seperti Pesatuan Bangsa Indonesia, BU, Serikat Sumatra, Serikat Celebes.
-Tujuan : meraih kemerdekaan Indonesia melalui jalur politik
-Upaya yang dilakukan Parindra : menempatkan beberapa wakilnya untuk berjuang di Volksraad (Dewan Rakyat). Di luar itu, Parindra membantu memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi.
3. Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
-Pendiri : Moh. Husni Thamrin ( 21 Mei 1939 )
-Partai yang tergabung dalam GAPI antara lain, Parindra, Gerindo, PSII, Persatuan Partai Katolik, Persatuan Minahasa, Partai Pasundan, Partai Islam Indonesia.
-Tujuan : menuntut pembentukan parlemen. Karena Volksraad dianggap sebagai dewan yang tidak begitu mengakomodir aspirasi rakyat Indonesia.
Komentar
Posting Komentar