Surat-surat Kabar Pada Masa Pergerakan Nasional || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Surat-surat Kabar Pada Masa Pergerakan Nasional


1. Soenting Melajoe (10 Juli 1912)

-Surat kabar khusus perempuan yang pertama di Indonesia.

-Soenting : perempuan | Melayu : nama daerah Rohana Kudus

-Pelopor Soenting Melajoe : Rohana Kudus, wanita asal Sumatera Barat Ratna Juwita Zubaidah juga berperan sebagai pengurus redaksi surat itu di Padang.

-Terbit seminggu sekali dengan panjang 4 halaman (memuat artikel, biografi, sejarah, puisi)

-Cenderung mendukung pemerintah Hindia Belanda, beberapa atikel menyebut pemerintah Hindia Belanda masih lebih baik daripada Perancis dalam memperlakukan penduduk koloninya. Karena itu pemerintah Hindia Belanda mendukung surat kabar ini, dan dapat bertahan lebih lama dari surat kabar bumiputra lainnya.


Note : Selain Soenting Melajoe, Surat kabar Andalas juga berasal dari Pulau Sumatra.


2. Tjahaja Sijang (20 Januari 1869)

-Diterbitkan di Manado, Sulawesi Utara

-Pelopor : Nicolaas Graafland, asal Belanda.

-Mendorong penggunaan Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan di Minahasa

-Tujuan awal : memenuhi kebutuhan guru pribumi dalam mengajar siswa di sekolah-sekolah Kristen ketika itu. Diharapkan menjadi sinar penerang baru bagi pemikiran orang Minahasa terhadap ajaran Injil dan moral Kristiani, dengan cara menyingkirkan tradisi dan takhayul waktu itu.

-A. A. Maramis (1921) menjabat sebagai kepala redaksi surat kabar Tjahaja Sijang. Visi berita banyak berbicara tentang masalah sosial dan persoalan publik, namun ciri agama Kristen masih dipertahankan.


3. Jong Sumatra (1918)

-Ketua: Tengkoe Mansyur (ketua Jong Sumatranen Bond). Lalu digantikan oleh Mohammad amir sebagai pemimpin redaksi dan Bahder Johan sebagai pemimpin perusahaan.

-Dicetak di Weltevreden, Batavia.

-Isinya adalah untuk menyuarakan pikiran para kontributor terhadap masalah sosial dan konflik saat itu.

-Terdapat tulisan berjudul "Namaku Hindania!" oleh Drs. Moh. Hatta dan esai berjudul "Pentingnya Berbahasa Melayu" oleh Moh. Yamin.

 Note : walau namanya Jong Sumatra, tapi surat ini tidak diterbitkan di Sumatra, melainkan di Batavia.


4. Borneo Barat Bergerak (1 Oktober 1919)

-Pendiri : Gusti Sulung Lelanang, dan Sarman bin Sariban.

-Di Kalimantan Barat. Didirikan dengan harapan masyarakat KalBar mudah dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan

-Hanya bertahan 6 bulan, dan menerbitkan 12 nomor sesi. Hal ini disebabkan oleh :

a. Banyak tekanan dari polisi Belanda

b. Sensor yang terlalu ketat

c. Kehabisan modal karena jumlah pelanggan masih sedikit.

-Ganti nama menjadi Borneo Bergerak.


Tambahan

Politik Air Hangat di Rusia

-Peter the Great, salah satu Tsar Rusia (1682-1725) memiliki ambisi besar untuk mencari pelabuhan air hangat agar perekonomian tetap jalan saat musim dingin.

-Vladivostok menjadi salah satu pelabuhan yang dipilih. Tetapi lokasinya sangat jauh, terletak di perbatasan Rusia dengan Korea. Butuh transportasi yang bisa menghubungkan Vladivostok.

-Pada tahun 1891, Tsar Alexander III memulai pembangunan rel kereta api tunggal Trans Siberia (>9.000 km, terpanjang di dunia) menghubungkan Moskow dan Vladivostok. Faktanya, butuh 3 hari untuk perjalanan dari Moskow ke Vladivostok.

-Selama pembangunannya, jalur kereta juga melintasi Manchuria di Tiongkok bagian Timur Laut.

-Pada tahun 1904, terjadi kendala pengiriman dari Vladivostok karena musim dingin membuatnya membeku.

-Pihak kekaisaran pun membutuhkan pelabuhan air hangat di daerah Samudra Pasifik agar tetap menunjang aktivitas ekonomi dan militer Rusia. Mereka memilih menyewa pelabuhan Port Arthur di Semenanjung Liaodong, Manchuria, Tiongkok.

-Rusia memilih Tiongkok karena :

 1. Kondisi Port Arthur memungkinkan untuk dijadikan pelabur air hangat di Rusia.

 2. Tiongkok dan Rusia memiliki latar belakang sejarah. Ketika Perang Tiongkok-Jepang pertama (1895), Rusia memberikan dukungan militer kepada Tiongkok meskipun Tiongkok kalah dari Jepang.


-Pada 8 Februari 1904, Jepang melakukan serangan dadakan ke Angkatan Laut Rusia di Port Arthur. Serangan ini menjadi awal perang Rusia-Jepang tahun 1905.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat-sifat Gereja || Agama Katolik || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sumpah Pemuda dalam Masa Pergerakan Nasional || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sejarah Kedatangan Bangsa Belanda-Inggris ke Nusantara || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi