Sistem Peredaran Darah #1 || Biologi || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sistem Peredaran Darah

Part 2 : https://ringkasan11mipa.blogspot.com/2021/11/sistem-peredaran-darah-2-biologi-kelas.html

I. DARAH

A. Komponen-komponen Darah 

1. Plasma darah (55%)

2. Sel darah

        a. Merah / eritrosit (hampir 45%)

        b. Putih / leukosit 

        c. Pembeku / keping darah (trombosit/palet)


B. Fungsi Darah

1. Mengangkut 

        a. O2 dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh.

        b. Sisa metabolisme yang tak lagi diperlukan tubuh dari jaringan ke organ sekresi.

2. Mengedarkan 

        a. Air ke seluruh tubuh

        b. Hormon dari kelenjar buntu/endokrin.

3. Mestabilkan suhu tubuh normal (36-37˚C)

4. Memindahkan panas dari tubuh yang aktif ke bagian tubuh yang tidak aktif.

5. Menghindari tubuh dari infeksi dengan antibodi,leukosit,dan trombosit.

6. Mengatur homeostatis (keseimbangan) untuk menghindari kerusakan jaringan tubuh.


II. PLASMA DARAH

A. Pengertian Plasma

1. Cairan darah berwarna jernih kekuningan, yang terdiri dari 90% air dan sisanya zat-zat yang terlarut di dalam air.

2. Kandungan plasma antara lain :

        a. Sari-sari makanan (glukosa, asam lemak, gliserol, asam amino) dan garam mineral.

        b. Enzim, hormon, dan antibodi

        c. Sisa-sisa metabolisme (urea dan asam urat)

        d. Gas yang terlarut dalam darah (O2, CO2, N)

        e. Protein yang terlarut dalam darah (Protein darah)

                 Albumin : menjaga tekanan osmosis darah

                 Globulin : pembuatan antibodi

                 Fibrinogen : pembekuan darah


B. Fungsi Plasma

1. Mengedarkan sari-sari makanan dan sisa metabolisme. 

2. Berperan dalam pembekuan darah

3. Melawan benda/zat asing yang masuk ke dalam darah.


C. Tentang Plasma

1. Serum adalah bagian plasma yang mengandung antibodi, tanpa fibrinogen. 

2. Serum konvalesen adalah serum yang diambil dari orang yang sembuh dari penyakit tertentu untuk membantu yang sedang kritis. Contoh : untuk COVID-19, Influenza, Flu burung, ebola.

3. Letak enzim dan hormon secara spesifik ada di supernatan, yaitu substansi hasil sentrifugasi yang memiliki massa jenis lebih rendah.

4. Ada 4 macam antibodi :

        a. Presipitin : mengendapkan antigen.

        b. Aglutinin : menggumpalkan antigen.

        c. Lisin : menguraikan antigen

        d. Antitoksin : menawar racun.


III. ERITROSIT

A. Pengertian Eritrosit

1. Bagian utama sel darah, berwarna merah.

2. Dihasilkan di sumsum merah tulang pipih.

3. Setelah eritrosit rusak, ia akan dirombak di hati dan limpa.

4. Berwarna merah karena mengandung Hemoglobin (Hb). Hb adalah protein yang mengandung senyawa besi hemo dan globin. Hb memiliki daya ikat terhadap O2 dan CO2.

5. Jumlah eritrosit perempuan lebih sedikit karena mengalami siklus haid perbulan.


B. Ciri-ciri Eritrosit

1. Bundar, pipih, dan bikonkaf (cekung ditengah)

2. Ukuran 7,5-7,7 mikrometer

3. Tidak punya inti sel (nukleus)

4. Berwarna merah

5. Berumur ±120 hari

6. Jumlah 4-5 juta/mm3


C. Fungsi Eritrosit

1. Mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh tubuh dan CO2 dari seluruh tubuh ke paru-paru.


D. Tentang Eritrosit

1. Semakin tinggi permukaan, kadar O2 semakin berkurang, untuk menambah kadar O2, maka orang yang ada di sana harus punya eritrosit lebih banyak. Kesimpulannya, orang yang tinggal di daerah pegunungan memiliki eritrosit lebih banyak dari kita yang lebih rendah.

2. Biasanya atlet berlatih di dataran tinggi bertujuan juga untuk meningkatkan jumlah eritrosit.


IV. LEUKOSIT

A. Pengertian Leukosit

1. Sel darah yang berfungsi sebagai alat pertahanan tubuh.

2. Membunuh kuman dengan cara memakannya (fagositosis)

3. Dihasilkan di sumsum merah tulang pipih.


B. Ciri-ciri Leukosit

1. Bentuk tidak tetap

2. Ukuran 10-12 mikrometer

3. Inti sel berbentuk bulat/cekung

4. Tidak berwarna

5. Dapat bergerak ameboid

6. Dapat melakukan diapedesis

7. Jumlah 6000-9000/mm3 (tepatnya 8000)


C. Pengelompokkan Leukosit

1. Agranulosit (memiliki sitoplasma tanpa granula atau butir-butir)

        a. Limfosit 

                 1 inti sel, untuk imunitas, dan tidak dapat bergerak.

                 Jumlah terbanyak kedua setelah neutrofil.

                 Limfosit ada 2, yaitu Limfosit T dan B.

                        - Limfosit B : menghasilkan antibodi. Detailnya,

                                1) B-plasma : antibodi

                                2) B-pembelah : memperbanyak

                                3) B-memori : mengingat antigen yang pernah masuk.

                        - Limfosit T : membunuh langsung. Detailnya,

                                1) T-Helper : mengatur sistem imun dan mengontrol kualitas sistem imun.

                                2) T-Killer / Sitotoksik : menyerang sel tubuh yang terinfeksi patogen.

                                3) T-Supressor : setelah infeksi teratasi, ia menekan agar jangan sampai produksi leukosit terus-menerus yang mengakibatkan leukimia.

                                4) T-memori

        b. Monosit

                 1 inti sel yang besar, bersifat fagosit, dan dapat bergerak.

                 Berubah jadi makrofag, mengurung target lalu menghancur/menelan dia.


2. Granulosit (memiliki sitoplasma dan bergranula)

Note : 

a. Eosinofil special untuk melawan parasit/bakteri yang relatif besar seperti cacing, dan alergi. (2-3% dari Leukosit)

b. Neutrofil jumlahnya terbanyak.

c. Basofil memiliki zat beku (heparin), sehingga darah tidak membeku dalam pembuluh darah.

d. Neutrofil& Monosit = fagositas utama tubuh.


D. Tentang Leukosit

1. Ada kemampuan khusus leukosit yaitu Diapedesis (menembus keluar pori-pori membran kapiler). Dalam menjalankan tugasnya, leukosit kadang keluar dari pembuluh darah untuk menyerang kuman yang masuk ke dalam tubuh. 


V. TROMBOSIT

A. Pengertian Trombosit

1. Keping darah. Bagian sel darah dalam proses pembekuan darah.

2. Dibentuk dari fragmentasi (pecahan) megakariosit (sel dengan inti sangat besar).

3. Trombosit yang mati akan dihancurkan oleh limpa. 

4. Fakta, trombosit rendah merupakan indikasi penyakit DBD.


B. Ciri-ciri Trombosit

1. Bentuk tidak teratur

2. Ukuran 2-4 mikrometer

3. Tidak ada inti sel

4. Rapuh dan mudah pecah

5. Berumur ±8-10 hari

6. Jumlah 250.000/mm3


C.    Proses Pembekuan Darah

1. Trombosit pecah → keluar faktor antihemofili berupa enzim trombokinase

2. Dengan bantuan ion kalsium (Ca) dan vitamin K, trombokinase mengubah protrombin dalam plasma darah menjadi trombin.

3. Trombin mengubah fibrinogen → benang-benang fibrin.

4. Benang-benang fibrin menutup luka sehingga darah tidak keluar lagi.


D. Tambahan Tentang Komponen Darah

1. Debris sel adalah bagian sel yang mengalami kerusakan.

2. Limfosit-T → karena berkembang di kelenjar Thimus.

3. Limfosit-B → karena berkembang di Bursa Fabricus (unggas) atau pada Bone Marrow / sumsum tulang (manusia).


VI. GOLONGAN DARAH

A. Sistem Penggolongan Darah

Penemu : Karl Landsteiner

1. Sistem ABO

        a. Faktor pembeda : antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin) darah.

2. Sistem Rhesus ( + - )

        a. Faktor Pengaruh : antigen protein Rhesus


3. Tentang Sistem Penggolongan Darah

        a. Aglutinogen adalah antigen yang menempel di permukaan eritrosit.

        b. Aglutinin adalah antibodi yang terdapat pada plasma, yang akan bereaksi dengan aglutinogen yang berbeda dari aglutinogen yang terdapat pada darah. Hal ini menyebabkan aglutinasi.

        c. Golongan O bukan huruf O, melainkan 0 nol,tapi seringkali dibaca huruf O.


B. Sistem ABO

1. Tabel ABO



Tabel Aglutinasi :

 

        a. Contoh :

                 Darah ditetesi serum aglutinin a,

                        - Terjadi Aglutinasi, berarti A atau AB.

                        - Tidak terjadi, berarti B atau O

                 Darah ditetesi serum aglutinin b,

                        - Terjadi Aglutinasi, berarti B atau AB.

                        - Tidak terjadi, berarti A atau O.

                 Untuk tabel kanan,  adalah sampel pendonoran darah.


C. Sistem Rhesus

1. Tabel Rhesus


D. Tentang Pendonoran Darah

1. Transfusi darah adalah proses penyaluran darah dari orang ke orang.

2. Pendonor adalah yang menyumbangkan darah ke resipien. Resipien adalah yang menerima.

3. Agar transfusi darah berjalan dengan baik :

        a. Yang diperhatikan dari pendonor adalah aglutinogen.

        b. Yang diperhatikan dari penerima adalah aglutinin.

4. Jika transfusi tidak cocok, ditandai dengan darah mengalami aglutinasi.


5. Tabel kecocokan golongan darah :


        a. Pendonor universal adalah O.

        b. Resipien universal adalah AB.



Referensi Materi :

materi78.wordpress.com

ruangguru.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat-sifat Gereja || Agama Katolik || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sumpah Pemuda dalam Masa Pergerakan Nasional || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sejarah Kedatangan Bangsa Belanda-Inggris ke Nusantara || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi