Kritik Seni || Seni Budaya || Kelas 11 Semester 2 KURTILAS Revisi
I. KRITIK SENI
A. Pengertian
1.
Kritik seni adalah
kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu
karya seni.
2.
Kelebihan dan kekurangan menunjukkan kualitas dari sebuah
karya.
3.
Para ahli seni umumnya menganggap bahwa kegiatan kritik
dimulai dari kebutuhan untuk memahami → kebutuhan memperoleh kesenangan dari
kegiatan memperbincangkan berbagai hal yang berkaitan dengan karya seni
tersebut.
II.
KRITIK
BDK. TUJUAN DAN KUALITAS
Disampaikan oleh Feldman (1967). Setiap tipe
mempunyai ciri(kriteria), media(alat:bahasa), cara(metoda), sudut pandang,
sasaran, dan materi yang tak sama. Mereka juga memiliki fungsi penekanan
masing-masing.
A. Kritik Populer (Popular Criticism)
1.
Tujuan = untuk konsumsi massa/umum.
2.
Tanggapan bersifat umum, lebih kepada pengenalan atau
publikasi karya.
3.
Umumnya gaya bahasa dan istilah sederhana, mudah dipahami
oleh awam.
B. Kritik Jurnalis (Journalistic Criticism)
1.
Hasil
tanggapan/penilaian disampaikan secara terbuka kepada publik melalui media
massa khususnya surat kabar.
2.
Hampir sama dengan
popular, tetapi lebih dalam dan tajam.
3.
Kritik ini sangat cepat
memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas dari sebuah karya seni,
terutama karena sifat dari media massa dalam mengomunikasikan hasil
tanggapannya.
C. Kritik Keilmuan (Scholarly Criticism)
1.
Bersifat akademis dengan
wawasan pengetahuan, kemampuan dan kepekaan yang tinggi untuk
menilai/menanggapi sebuah karya seni.
2.
Umumnya disampaikan
kritikus yang sudah pakar dalam bidang seni atau pengkritikannya sudah sesuai
kaidah-kaidah / metodologi kritik secara akademis.
3.
Hasil tanggapan serin gmenjadi referensi bagi para
kolektor / kuraktor institusi seni seperti museum, galeri, dan balai lelang.
D. Kritik Pendidikan (Pedagogical Criticism)
1.
Tujuan =
mengangkat/meningkatkan kepekaan artistic serta estetika subjek belajar seni.
2.
Umumnya digunakan
lembaga-lembaga pendidikan seni terutama untuk meningkatkan kualitas hasil
karya seni peserta didik.
3.
Digunakan oleh guru di
sekolah umum dalam penyelenggaraan Mapel Seni Budaya.
III. KRITIK BDK. TITIK TOLAK/LANDASAN YANG DIGUNAKAN
A.
Kritik Formalistik
1. Kajian kritik terutama
ditujukan pada karya seni sebagai konfigurasi aspek-aspek formalnya atau
berkaitan dengan unsur-unsur pembentukannya.
2. Sasaran kritik lebih
tertuju kepada kualitas penyusunan (komposisi) unsur-unsur visual seperti
warna, garis, tekstur, dsb.
3. Berkaitan dengan kualitas
teknik dan bahan yang digunakan dalam karya seni.
B.
Kritik Ekspresivistik
1. Kritikus menilai dan
menanggapi kualitas gagasan dan perasaan yang ingin dikomunikasikan oleh
seniman melalui sebuah karya seni.
2. Menanggapi kesesuaian atau
keterkaitan antara judul, tema, isi, dan visualisasi objek-objek yang
ditampilkan dalam sebuah karya.
C.
Kritik Instrumentalistik
1. Berdasarkan kemampuan dalam
upaya mencapai tujuan, moral, religisu, politik, atau psikologi.
2. Tidak terlalu mempersoalkan
kualitas formal dari sebuah karya seni, tapi lebih melihat aspek konteksnya
baik saat ini maupun masa lalu.
3. Contoh : “Penangkapan
Pangeran Diponegoro“ karya Raden Saleh, tidak dikritik bdk. Kualitas teknis
(formal) saja, melainkan keterkaitan antar objek, isi, tema, tujuan, dan moral.
IV. TAHAPAN KRITIK SENI
A.
Deskripsi
1. Menemukan, mencatat, dan
mendeskripsikan segala sesuatu yang dilihat apa adanya dan tidak berusaha
menganalisis / mengambil kesimpulan.
2. Agar deskripsi baik,
kritikus harus mengetahui istilah-istilah teknis yang umum digunakan dalam
dunia seni rupa.
B.
Analisis Formal
1. Menelusuri karya seni bdk.
Strukur formal atau unsur-unsur pembentuknya.
2. Kritikus harus memahami
unsur-unsur seni rupa dan prinsip-prinsip penataan dalam sebuah karya seni.
C.
Interpretasi
1. Penafsiran makna karya
meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan, dan masalah-masalah yang
dikedepankan.
2. Penafsiran sifatnya sangat
terbuka, dipengaruhi sudut pandang dan wawasan pengkritik. Semakin luas wawasan
kritikus, semakin kaya interpretasi karya yang dikritisi.
D.
Evaluasi
1. Menentukan kualitas suatu
karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis.
2. Perbandingan dilakukan
terhadap berbagai aspek yang terkait ddengan karya tersebut baik aspek formal
maupun aspek konteks.
Komentar
Posting Komentar