Ajaran Sosial Gereja (ASG) || Agama Katolik || Kelas 11 Semester 2 KURTILAS Revisi

Ajaran Sosial Gereja (ASG)


AJARAN SOSIAL GEREJA
A. Pengertian
1. Ajaran Sosial Gereja (ASG) adalah ajaran Gereja tentang masalah keadilan diantara kelompok masyarakat, dan mengarahkan masyarakat kepada kebahagiaan.
2. ASG berupa kumpulan dokumen (Ensiklik) yang dikeluarkan oleh Magisterium Gereja dan berbicara tentang persoalan-persoalan sosial.
3. ASG berusaha membawa terang Injil/mengaplikasikan ajaran Injil ke dalam realitas sosial masyarakat di dunia.

4. Keberadaan ASG dalam Gereja tak dapat lepas dari kenyataan bahwa Gereja diutus Tuhan ke dalam dunia (Yoh 17:18). Tugas Gereja adalah hadir di dunia. Misinya adalah mewartakan dan mengomunikasikan keselamatan Kristus (Kerajaan Allah), yakni persatuan dengan Allah dan persatuan seluruh umat manusia. Dengan hadir di dunia, Gereja menjadi benih dan awal dari Kerajaan Allah (Compendium art. 49)

B. Ensiklik
1. Ensiklik adalah surat yang ditulis oleh Paus megnenai topik tertentu yang ditujukan khusus kepada para uskup dan kaum beriman.

C. Tujuan ASG
1. Menghadirkan rencana Allah kepada manusia, bagi realitas sekular
2. Menerangi serta membimbing manusia dalam membangun dunia seturut rencana Tuhan (bdk. Hervada)


ENSIKLIK ASG
A. Rerum Novarum (Hal-hal Baru)
1. Penulis : Paus Leo XIII pada 15 Mei 1891.
2. Isi : kondisi para buruh, menolak perjuangan kelas, menegaskan hak-hak pekerja, dan mendukung serikat.
3. Era modern ASG dimulai dengan Rerum Novarum

B. Quadragessimo Anno
1. Penulis : Paus Pius XI pada 15 Mei 1931 (setelah 40 tahun Rerum Novarum)
2. Isi : rekonstruksi tata sosial kemasyarakatan berdasarkan subsidiaritas.

C. Mater et Magistra (Ibu dan Guru)
1. Penulis : Paus Yohanes XXIII pada 15 Mei 1961.
2. Isi : kemajuan sosial dalam terang ajaran Kristiani.
3. Mengungkapkan keprihatinan mendalam Paus akan keadilan. Dalam ensiklik ini, diajukan ‘Jalan pikiran‘ ASG : see, judge, and act.

D. Pacem in Terris (Damai di Bumi)
1. Penulis : Paus Yohanes XXIII pada 11 April 1963.
2. Isi : perdamaian dan perang adalah tema penting dalam ajaran sosial dari seluruh paus modern, menegaskan HAM.
3. Untuk memajukan tatanan sosial yang penuh damai, Paus mendukung antisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan berkaitan dengan kesejahteraan umum, terutama melalui proses-proses demokrasi.

E. Gaudium et Spes (Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Modern), 1965, KV II

F. Populorum Progessio (Kemajuan Bangsa-bangsa)
1. Penulis : Paus Paulus VI pada 26 Maret 1927.
2. Isi : keadilan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dan kemajuan.
3. Ensiklik ini mendorong banyak umat Katolik menjalankan option for the poor dan menghadapi sebab-sebab penindasan.

G. Octogesima Adveniens (Penantian Tahun ke Delapan Puluh)
1. Penulis : Paus Paulus VI pada 15 Mei 1971 (80 tahun setelah Rerum Novarum).
2. Isi : panggilan untuk bertindak.
3. Paus membahas persoalan-persoalan khas tahun 70-an dengan surat apostolik kepada Kardinal Mauric Joy.
4. Paus mendorong umat untuk terlibat aktif dalam masalah politik, dan mendesak untuk memperjuangkan nilai-nilai Injil guna membangun keadilan sosial.

H. Evangelii Nuntiandi (Evangelisasi di Dunia Modern)
1. Penulis : Paus Paulus VI pada tahun 1975.
2. Isi : panggilan untuk evangelisasi baru yang menghubungkan transformasi sosial dengan pernyataan Injil, yang mengubah individu dan struktur sosial.

I. Redemptor Hominis (Penebus Manusia)
1. Penulis : Paus Yohanes Paulus II tahun 1979.
2. Isi : memeriksa martabat dan hak-hak dalam terang misteri menebusan.

J. Justicia in Mundo (Keadilan di Dunia)
1. Hasil Sinode para uskup di Roma tahun 1971. Para uskup menyuarakan jutaan orang yang tinggal di negara berkembang tentang :
a. Diakhirinya kemiskinan dan penindasan,
b. Mewujudkan perdamaian abadi dan keadilan sejati.
c. Menyerukan perlunya penghormatan pada hak hidup, hak-hak perempuan, dan pendidikan keadilan.

2. Banyak diinspirasi oleh keadilan dari gereja-gereja di Afrika, Asia, Amerika Latin, khususnya pengaruh pembahasan tema “pembebasan” oleh para uskup Amerika Latin di Medelin (Kolumbia).

K. Laborem Exercens (Kerja Manusia)
1. Penulis : Paus Yohanes II pada 14 September 1981.
2. Isi : martabat kerja manusia dalam kerangka rencana ilahi, hak-hak pekerja, mengkritik tajam komunisme dan kapitalisme karena memperlakukan manusia sebagai alat produksi.

L. Sollicitudi Rei Socialis (Keprihatinan akan Masalah-masalah Sosial)
1. Penulis : Paus Yohanes Paulus II dan terbit pada 30 Desember 1987
2. Isi : melukiskan kebutuhan solidaritas dan kebebasan, keadilan, dan jalan yang lebih baik dari sosialisme ataupun pasar bebas kapitalisme. Ajaran paus berfokus pada makna dan nilai manusia.

M. Centesimus Annus (tahun ke seratus)
1. Penulis : Paus Yohanes Paulus II pada 15 Mei 1991.
2. Isi : menunjukkan kekeliruan dari komunisme dan marxisme, sekaligus dengan sangat tegas tidak membenarkan liberalisme dan kapitalisme sebagai ideologi dan prinsip ekonomi yang akan mampu menyejahterakan manusia.
3. Salah satu dokumen kepausan yang paling banyak dibahas di akhir abad XX.

N. Caritas in Veritate (Cinta dalam Kebenaran)
1. Penulis : Paus Benediktus XVI pada tahun 2009.
2. Isi : pembaharuan paham tentang ’option for the poor’, dsb.


PRINSIP-PRINSIP ASG
A. Prinsip Penghargaan pada martabat manusia.
a. Setiap orang adalah pribadi yang berharga, karena ia diciptakan menurut/sesuai dengan citra Allah.

B. Upaya Menciptakan Kebaikan Bersama (Bonum Commune)
1. Setiap orang adalah bagian dari masyarakat. Tidak ada yang bisa hidup sendiri. Maka dari itu, setiap orang memiliki kewajiban untuk berperan serta mewujudkan kesejahteraan bersama di masyarakat, dan berhak juga untuk hidup sejahtera sebagai manusia yang bermartabat.

C. Solidaritas
1. Solidaritas adalah ikat yang menyatukan kita sebagai manusia.

D. Subsidiaritas
1. Setiap kebijakan dan peraturan yang berlaku di masyarakat, baik lokal, nasional, maupun internasional, haruslah sejalan dengan prinsip kebaikan bersama.

E. Keberpihakan Pada Mereka Yang ‘‘Kalah‘‘
1. Kalah dalam artian, kelompok minoritas tertindas, miskin secara ekonomi, kultural, moral, maupun spiritual.


PENERAPAN ASG
1. Kita perlu memahami secara mendalam tentang situasi masyarakat. Analisis filsafat maupun teori-teori sosial bisa membantu kita.
2. Kita perlu menganalisis dan mengevaluasi situasi yang ada dalam kerangka 5 prinsip di atas.
3. Kita berpijak pada rencana-rencana sejalan dengan kelima prinsip ASG, melakukan tindakan nyata, dan evaluasi serta refleksi atas tindakan kita dalam terang kelima prinsip Asg. ASG mendorong kita untuk peduli pada kekhawatiran, kecemasan, harapan, maupun kebahagiaan setiap orang.


ALASAN KETERLIBATAN SOSIAL
1. Keprihatinan dunia = keprihatinan Gereja juga (GS art. 1), umat manusia maupun Gereja mengalami situasi dunia yang sama (GS art. 40), sejarah, Ilmu pengetahuan dan kebudayaan mewahyukan hakikat yang benar tentang pribadi manusia. Oleh karenanya Gereja membantu dunia, sebaliknya menerima banyak dari dunia. Gereja menjadi sakramen bagi dunia (GS art. 45).
2. Tugas perutusan umat Katolik adalah memenuhi dunia dengan martabat Kristiani dan bersaksi tentang Kristus ditengah-tengah masyarakat (QA 42-50 ; PP 12-13)
3. Di mana ada ketidakadilan, disitu Gereja harus hadir (GS 89) demi kesejahteraan sosial (PP 82)
4. Kehadiran Gereja tidak terikat dalam politik, ekonomi atau sosial (GS 42)

GEREJA ASIA
1. Dengan merefleksikan Populorum Progessio, para uskup menyadari perlu memperhatikan realitas Asia. 2 hal yang langsung menyolok ialah kemiskinan dan orang muda, maka mereka merumuskan perlunya menjadi Gereja Kaum Miskin dan Gereja Kaum Muda.
2. Gereja merasa diri sebagai kelompok kecil ayng terasing dalam masyarakat Asia, karena mengambil jarak terhadap pergulatan masyarakat Asia.
3. Wajah masyarakat Asia :
a. Kemajemukan agama dan kebudayaan.
b. Hidup dengan dua kaki (tradisional dan modern)
c. Religiusitas yang tinggi
d. Kesenjangan kaya miskin mencolok.


ALASAN ADANYA ASG
1. Agar umat Katolik terlibat dalam pelayanan terhadap kemanusiaan
2. ASG menyentuh problem nyata dalam realitass historis dan konkrit.
3. Ajaran sosial Gereja memberikan kontribusi bagi pembangunan struktur demokratis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat-sifat Gereja || Agama Katolik || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sumpah Pemuda dalam Masa Pergerakan Nasional || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sejarah Kedatangan Bangsa Belanda-Inggris ke Nusantara || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi