Gereja Sebagai Umat Allah || Agama Katolik || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Gereja Sebagai Umat Allah

ARTI GEREJA SEBAGAI UMAT ALLAH
A. Asal Kata Gereja
1. Bhs. Portugis = igreja
2. Bhs. Yunani = ekklesia
3. Bhs. Latin = ecclesia, artinya kaum/golongan, mereka yang dipanggil, kumpulan, rapat.
Menurut Paus Fransiskus, Gereja adalah keluarga Allah.

B. Arti Umat Allah
1. Menurut Konsili Vatikan II, Umat Allah adalah para pengikut Kristus, yang telah dibaptis. Umat katolik bersekutu sepenuhnya dengan Gereja Kristus melalui rahmat, sakramen. Pengakuan iman, dan persekutuan dengan para Uskup yang bersatu dengan Paus.

2. Berarti terpilih dari Allah. Hal ini menekan 2 hal penting :
Gereja bukan organisasi manusiawi, melainkan perwujudan karya Allah yang konkret (LG 9)
Gereja bukan hanya kaum awam/hierarki saja, melainkan seluruhnya sebagai umat Allah.

3. Bdk. Kis 2 : 41-47, 
Umat perdana saling memperhatikan satu sama lain dengan saling berbagi rezeki
Umat perdana selalu berkumpul untuk berdoa bersama dan saling menguatkan.

4. Bdk. 1Kor 12:12-18
Dalam hidup mengumat, banyak kharisma dan rupa-rupa karunia dapat dilihat, diterima dan digunakan untuk kekayaan Gereja.
Hidup Gereja yang terlalu menampilkan segi organisatoris dan struktural dapat mematikan banyak kharisma dan karunia yang muncul dari bawah.

C. Ciri Gereja Sebagai Umat Allah
1. Umat Allah merupakan pilihan dan panggilan dari Allah sendiri.
2. Umat Allah dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk misi tertentu yaitu menyelamatkan dunia.
3. Hubungan antara Allah dan umat-Nya dimateraikan oleh suatu perjanjian.
4. Umat Allah selalu dalam perjalanan, melewati padang pasir menuju tanah terjanji, Umat Allah sedang berziarah menuju rumah Bapa di Surga) (Karya keselamatan dan peziarahannya).

D. Dasar Pengembangan Gereja Sebagai Umat Allah
1. Hakikat Gereja adalah persaudaraan cinta kasih, yang tercermin dalam hidup jemaat perdana.
2. Dalam hidup berjemaat, ada aneka macam kharisma dan karunia yang tumbuh dikalangan umat yang semestinya dipelihara dan dikembangkan untuk pelayanan dalam jemaat (bdk. 1Kor 12:7-10)
3. Seluruh anggota Gereja punya martabat sama sebagai satu anggota umat Allah, meskipun masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

E. Konsekuensi Gereja Sebagai Umat Allah
1. Bagi pimpinan Gereja (Hierarki)
a. Menyadari fungsinya sebagai pelayanan.
Pemimpin bukan di atas umat, melainkan di tengah umat.
b. Harus peka untuk meliaht dan mendengar kharisma dan karunia-karunia yang tumbuh di kalangan umat

2. Bagi setiap umat (Awam)
a. Menyadari dan menghayati persatuannya dengan umat lain. Orang tidak mungkin menghayati imannya secara individu saja.
b. Aktif dalam berjemaat, menggunakan segala charisma, karunia dan fungsi yang telah dipercayakan kepadanya untuk kepentingan dan misi Gereja di tengah masyarakat. Semua bertanggung jawab dalam misi dan hidup Gereja.

3. Bagi hubungan awam dan hierarki
a. Hierarki harus memandang umat sebagai rekannya dalam membangun Gereja.
b. Awam bukan lagi pelengkap, penyerta penderita seolah-olah tidak berperan apa-apa. Hierarki juga harus memperlakukan seluruh anggota Gereja sebagai umat Allah yang memiliki martabat sama meskipun menjalankan fungsi yang berbeda.

GEREJA SEBAGAI PERSEKUTUAN TERBUKA
A. Arti Gereja Sebagai Persekutuan Terbuka
1. Gereja adalah persekutuan umat yang semua anggotanya memiliki martabat dan fungsi masing-masing, serta terbuk dan terlibat dalam mewarnai dunia.
2. Gereja hadir di dunia untuk kegembiraan dan harapan. Duka dan kecemasan terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan murid-murid Kristus.
3. Gereja terdiri dari orang-orang yang dipersatukan dalam Kristus, dibimbing oleh Roh Kudus, dalam peziarahan menuju Allah Bapa (bdk. Gaudium et Spes art. 1).

B. Paham Tentang Gereja Sebagai Persekutuan Terbuka (bdk. Kis 4:32-37)
1. Gambaran ideal tentang suasana dan cara sebuah persekutuan umat perdana, memberi kesadaran bahwa kebersamaan itu penting, seperti :
a. Segala sesuatu adalah milik bersama
b. Hidup dalam persaudaraan kasih
c. Saling memberi dan menerima sesuai kebutuhan
d. Terbuka untuk semua orang. Semua tentang kepekaan.

2. Makna Gereja sebagai persekutuan terbuka :
a. Gereja merupakan persekutuan umat Kristus yang sedang berziarah di bumi dan mewartakan keselamatan kepada semua orang.

C. Cara Gereja Menunjukkan Keterbukaannya
1. Berdialog dengan agama lain
Gereja setelah KV II sangat menyadari bahwa di luar agama Katolik terdapat pula benih kebenaran dan keselamatan. Untuk itu dibutuhkan dialog untuk saling mengenal, menghargai, dan memperkaya diri dan sesama.
2. Bekerja sama
Gereja hendaknya membangun dialog yang lebih intensif dan mendalam dengan para pengikut agama lain. Sasarannya yakni pembangunan manusia, dan peningkatan martabat manusia, membangun masyarakat damai, adil, dan sejahtera.

D. Modal Gereja
1. Gereja Institusional




a. Model Gereja Institutional Piramidal dan tertata rapi
b. Hierarki hampir identik dengan Gereja sendiri
c. Hierarki berkuasa menentukan segala sesuatu, awam mengikuti
d. Cenderung Pastorsentris (hierarki/pastor menjadi pusat gerak)
e. Lebih mementingkan aturan dan agak triumpalistik dan tertutup, yakni merasa sebagai satu-satunya penjamin kebenaran dan keselamatan. "Extra eclesiam nulla salus" (di luar Gereja tidak ada keselamatan)


2. Gereja sebagai Persekutuan Umat Terbuka




a. Lebih terbuka, sederhana, rela berdialog dengan siapapun, Gereja meyakini bahwa di luar Gereja ada keselamatan.
b. Lebih Kristosentris, Kristus sebagai pusat hidup Gereja,
c. Kaum hierarki, biarawan/wati, dan awam terlibat aktif dalam menggereja
d. Ada paham Gereja sebagai umat Allah yang menekankan pada Kolegial Episkopal (keputusan dalam kebersamaan)
e. Ada pembaharuan Anggionarmento yang mendorong umat terlibat aktif bekerja sama dengan para Klerus.
f. Aturan memang penting, namun tetap dibutuhkan peranan hati nurani dan tanggung jawab pribadi.














a.a

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat-sifat Gereja || Agama Katolik || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sumpah Pemuda dalam Masa Pergerakan Nasional || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sejarah Kedatangan Bangsa Belanda-Inggris ke Nusantara || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi