Hubungan Gereja dan Dunia || Agama Katolik || Kelas 11 Semester 2 KURTILAS Revisi
Hubungan Gereja dan Dunia
PENDAHULUAN
Sikap dasar Gereja dalam hubungannya dengan dunia bermula dari pemikiran Paus Yohanes XXIII yang melahirkan Konsili Vatikan II dan menghasilkan dokumen-dokumen penting yang mewarnai tonggak sejarah Gereja dalam kehidupannya di dunia. Salah satunya, Gaudium et Spes (Kegembiraan dan Harapan).
PANDANGAN BARU TENTANG DUNIA DAN MANUSIA
A. Dunia
1. Di masa lalu, dunia sering dipandang negatif sebagai dunia berdosa sehingga terdapat gagasan bahwa dunia tidak berharga, berbahaya, jahat, dan tidak termasuk lingkup keselamatan manusia, bahkan merupakan halangan dan rintangan bagi manusia untuk mencapai keselamatan.
2. KV II mengajak kita melihat dunia secara lebih positif.
a. Dunia dilihat sebagai seluruh keluarga manusia dengan segala yang ada di sekelilingnya.
b. Dunia menjadi pentas berlangsungnya sejarah umat manusia.
c. Dunia ditandai dengan usaha-usaha manusia, dengan segala kekalahan dan kemenangannya.
d. Dunia diciptakan dan dipelihara oleh cinta kasih Tuhan Sang Pencipta.
e. Dunia yang pernah jatuh karena dosa, telah dimerdekakan oleh Kristus oleh Salib dan bangkitNya, untuk menghancurkan kekuasaan setan agar dunia dapat disusun kembali dengan rencana Allah dan dapat mencapai kesempurnaan.
B. Manusia
1. Sejak dulu, Gereja sudah selalu mengajarkan bahwa manusia memiliki martabat yang luhur, karena manusia diciptakan menurut Citra Allah dan dipanggil untuk memanusiawikan dan mengembangkan diri menyerupai Kristus, di mana citra Allah tampak secara utuh.
2. Manusia adalah ciptaan berakal budi, berkehendak bebas, dan berhati nurani.
3. Manusia sangat istimewa karena ia diciptakan demi dirinya sendiri, padahal makhluk lain diciptakan hanya untuk manusia.
4. Pribadi manusia dan masyarakat saling bergantungan, seusai dengan rencana Tuhan karena manusia diciptakan sebagai makhluk yang bermasyarakat.
5. Allah menghendaki agar semua manusia membentuk 1 keluarga dan memperlakukan satu sama lain dengan persaudaraan (GS 24). Kristus sendiri berdoa agar semua menjadi satu....seperti kita pun satu adanya (Ya 17 : 21-22)
C. Usaha dan Karya Manusia
1. Manusia dipilih menjadi ‘rekan kerja‘ Tuhan dalam melaksanakan perkembangan dunia.
2. Kemajuan ilmiah dan teknik perlu disadari kebenarannya agar manusia tidak salah langkah.
3. Usaha dan karya manusia menjadi apapun bentuknya mempunyai nilai yang luhur karena dengan itu manusia menjadi partner Tuhan dalam penyempurnaan dan menyelamatkan dunia ini.
4. Dengan berkarya, manusia bukan saja menyempurnakan bumi, tetapi juga dirinya sendiri.
MISI DAN TUGAS GEREJA DALAM DUNIA
A. Tugas Gereja
1. Melanjutkan karya Kristus yang datang ke dunia untuk memberi kesaksian tentang kebenaran
2. Menyelamatkan bukan untuk menghakimi, untuk melayani bukan dilayani.
3. Mewartakan Kerajaan Allah (Kabar Gembira bukan Penyebaran Agama) kepada seluruh umat manusia.
4. Mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah seperti, persaudaraan, kerjasama, dialog, solidaritas, keterbukaan, keadilan, hormat pada hidup, memperhatikan yang lemah-miskin-tersingkir-tertindas, dsb.
B. Hal Pokok yang Disarankan Gaudium et Spes yang Harus Menjadi Perhatian Gereja Masa Kini
1. Martabat Manusia
Manusia dewasa berada di jalan menuju pengembangan kepribadiannya yang lebih penuh dan menuju penemuan serta penebusan hak-haknya yang makin hari makin bertambah. Untuk itu Gereja :
a. Membebaskan martabat kodrat manusia dari segala perubahan paham, misalnya terlalu menekankan dan mendewasakan tubuh manusia atau sebaliknya.
b. Tegas menolak segala macam perbudakan dan pemerkosaan martabat dan pribadi manusia.
c. Menempatkan dan memperjuangkan martabat manusia sesuai dengan maksud penciptanya.
2. Peran Gereja dalam Masyarakat
a. Membangkitkan karya-karya yang melayani semua orang, terutama yang miskin, seperti karya amal, dsb.
b. Mendorong semua usaha ke arah persatuan, sosialisasi, dan persekutuan yang sehat di bidang kewargaan dan ekonomi.
c. Karena universalitasnya, Gereja dapat menjadi perantara yang baik antara masyarakat dan negara-negara yang berbeda-beda hidup budaya dan politik.
3. Usaha dan Karya Manusia
a. Gereja tetap meyakinkan putra-putrinya dan dunia bahwa semua usaha manusia, seberapapun kecilnya bila sesuai kehendak Tuhan mempunyai nilai sangat tinggi, karena merupakan sumbangan pada pelaksanaan rencana Tuhan.
b. Gereja tetap bersikap positif dan mendorong setiap kemajuan ilmiah dan teknik di dunia.
c. Akhirnya, KV II mencatat masalah-masalah yang dilihatnya sebagai masalah yang mendesak, yakni martabat pernikahan dan kehidupan keluarga, pengembangan kemajuan kebudayaan, kehidupan sosial ekonomi dan politik serta perdamaian dan persatuan bangsa-bangsa.
HUBUNGAN ANTARA GEREJA DAN DUNIA
1. Gereja setelah KV II (Postkonsilier) melihat dirinya sebagai Sakramen Keselamatan bagi dunia (Gereja Persekutuan Terbuka). Gereja menjadi terang, garam, dan ragi bagi dunia. Dunia menjadi tempat Gereja berbakti. Dunia tidak dihina dan dijauhi, tetapi didatangi dan ditawari keselamatan.
2. Gereja dijadikan mitra dialog. Gereja dapat menawarkan nilai-nilai Injil dan dunia dapat mengembangkan kebudayaan, adat, alam pikiran, IPTEK, sehingga Gereja dapat lebih efektif menjalankan misinya di dunia.
3. Gereja tetap menghormati otonomi dunia yang bersifat sekuler, karena didalamnya terkandung nilai-nilai yang dapat mensejahterakan manusia dan membangun sendi-sendi Kerajaan Allah.
4. Sebenarnya, Gereja dan dunia merupakan realitas yang sama, seperti 2 sisi mata uang. Berbicara tentang Gereja = berbicara dunia manusia. Bagi seorang Kristiani, berbicara tentang dunia = berbicara Gereja sebagai umat Allah yang sedang berziarah di dunia ini.
AJARAN GEREJA GAUDIUM ET SPES 3
Konsili suci mengakui bahwa amat luhurlah panggilan manusia, dan menyatakan bahwa suatu benih ilahi telah ditanam dalam dirinya. Konsili menawarkan kepada umat manusia kerja sama Gereja yang tulus, untuk membangun persaudaraan semua orang, yang menanggapi panggilan itu. Gereja tidak sedikitpun tergerak oleh ambisi duniawi, melainkan hanya satulah maksudnya; yakni dengan bimbingan roh kudus penghibur melangsungkan karya Kristus sendiri, yang datang ke dunia untuk memberi kesaksian akan kebenaran; untuk menyelamatkan bukan untuk mengadili; untuk melayani bukan untuk dilayani.
USAHA UNTUK MEMBANGUN DUNIA
1. Mewujudkan persaudaraan, solidaritas, keterbukaan, keadilan, dan nilai-nilai Kerajaan Allah lainnya.
2. Turut menyelesaikan konflik-konflik kecil sekitar kita, menunjukkan cara kita membawa kedamaian.
3. Menekuni pendidikan agar kelak kita dapat membantu membangun dunia.
PENDAHULUAN
Sikap dasar Gereja dalam hubungannya dengan dunia bermula dari pemikiran Paus Yohanes XXIII yang melahirkan Konsili Vatikan II dan menghasilkan dokumen-dokumen penting yang mewarnai tonggak sejarah Gereja dalam kehidupannya di dunia. Salah satunya, Gaudium et Spes (Kegembiraan dan Harapan).
PANDANGAN BARU TENTANG DUNIA DAN MANUSIA
A. Dunia
1. Di masa lalu, dunia sering dipandang negatif sebagai dunia berdosa sehingga terdapat gagasan bahwa dunia tidak berharga, berbahaya, jahat, dan tidak termasuk lingkup keselamatan manusia, bahkan merupakan halangan dan rintangan bagi manusia untuk mencapai keselamatan.
2. KV II mengajak kita melihat dunia secara lebih positif.
a. Dunia dilihat sebagai seluruh keluarga manusia dengan segala yang ada di sekelilingnya.
b. Dunia menjadi pentas berlangsungnya sejarah umat manusia.
c. Dunia ditandai dengan usaha-usaha manusia, dengan segala kekalahan dan kemenangannya.
d. Dunia diciptakan dan dipelihara oleh cinta kasih Tuhan Sang Pencipta.
e. Dunia yang pernah jatuh karena dosa, telah dimerdekakan oleh Kristus oleh Salib dan bangkitNya, untuk menghancurkan kekuasaan setan agar dunia dapat disusun kembali dengan rencana Allah dan dapat mencapai kesempurnaan.
B. Manusia
1. Sejak dulu, Gereja sudah selalu mengajarkan bahwa manusia memiliki martabat yang luhur, karena manusia diciptakan menurut Citra Allah dan dipanggil untuk memanusiawikan dan mengembangkan diri menyerupai Kristus, di mana citra Allah tampak secara utuh.
2. Manusia adalah ciptaan berakal budi, berkehendak bebas, dan berhati nurani.
3. Manusia sangat istimewa karena ia diciptakan demi dirinya sendiri, padahal makhluk lain diciptakan hanya untuk manusia.
4. Pribadi manusia dan masyarakat saling bergantungan, seusai dengan rencana Tuhan karena manusia diciptakan sebagai makhluk yang bermasyarakat.
5. Allah menghendaki agar semua manusia membentuk 1 keluarga dan memperlakukan satu sama lain dengan persaudaraan (GS 24). Kristus sendiri berdoa agar semua menjadi satu....seperti kita pun satu adanya (Ya 17 : 21-22)
C. Usaha dan Karya Manusia
1. Manusia dipilih menjadi ‘rekan kerja‘ Tuhan dalam melaksanakan perkembangan dunia.
2. Kemajuan ilmiah dan teknik perlu disadari kebenarannya agar manusia tidak salah langkah.
3. Usaha dan karya manusia menjadi apapun bentuknya mempunyai nilai yang luhur karena dengan itu manusia menjadi partner Tuhan dalam penyempurnaan dan menyelamatkan dunia ini.
4. Dengan berkarya, manusia bukan saja menyempurnakan bumi, tetapi juga dirinya sendiri.
MISI DAN TUGAS GEREJA DALAM DUNIA
A. Tugas Gereja
1. Melanjutkan karya Kristus yang datang ke dunia untuk memberi kesaksian tentang kebenaran
2. Menyelamatkan bukan untuk menghakimi, untuk melayani bukan dilayani.
3. Mewartakan Kerajaan Allah (Kabar Gembira bukan Penyebaran Agama) kepada seluruh umat manusia.
4. Mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah seperti, persaudaraan, kerjasama, dialog, solidaritas, keterbukaan, keadilan, hormat pada hidup, memperhatikan yang lemah-miskin-tersingkir-tertindas, dsb.
B. Hal Pokok yang Disarankan Gaudium et Spes yang Harus Menjadi Perhatian Gereja Masa Kini
1. Martabat Manusia
Manusia dewasa berada di jalan menuju pengembangan kepribadiannya yang lebih penuh dan menuju penemuan serta penebusan hak-haknya yang makin hari makin bertambah. Untuk itu Gereja :
a. Membebaskan martabat kodrat manusia dari segala perubahan paham, misalnya terlalu menekankan dan mendewasakan tubuh manusia atau sebaliknya.
b. Tegas menolak segala macam perbudakan dan pemerkosaan martabat dan pribadi manusia.
c. Menempatkan dan memperjuangkan martabat manusia sesuai dengan maksud penciptanya.
2. Peran Gereja dalam Masyarakat
a. Membangkitkan karya-karya yang melayani semua orang, terutama yang miskin, seperti karya amal, dsb.
b. Mendorong semua usaha ke arah persatuan, sosialisasi, dan persekutuan yang sehat di bidang kewargaan dan ekonomi.
c. Karena universalitasnya, Gereja dapat menjadi perantara yang baik antara masyarakat dan negara-negara yang berbeda-beda hidup budaya dan politik.
3. Usaha dan Karya Manusia
a. Gereja tetap meyakinkan putra-putrinya dan dunia bahwa semua usaha manusia, seberapapun kecilnya bila sesuai kehendak Tuhan mempunyai nilai sangat tinggi, karena merupakan sumbangan pada pelaksanaan rencana Tuhan.
b. Gereja tetap bersikap positif dan mendorong setiap kemajuan ilmiah dan teknik di dunia.
c. Akhirnya, KV II mencatat masalah-masalah yang dilihatnya sebagai masalah yang mendesak, yakni martabat pernikahan dan kehidupan keluarga, pengembangan kemajuan kebudayaan, kehidupan sosial ekonomi dan politik serta perdamaian dan persatuan bangsa-bangsa.
HUBUNGAN ANTARA GEREJA DAN DUNIA
1. Gereja setelah KV II (Postkonsilier) melihat dirinya sebagai Sakramen Keselamatan bagi dunia (Gereja Persekutuan Terbuka). Gereja menjadi terang, garam, dan ragi bagi dunia. Dunia menjadi tempat Gereja berbakti. Dunia tidak dihina dan dijauhi, tetapi didatangi dan ditawari keselamatan.
2. Gereja dijadikan mitra dialog. Gereja dapat menawarkan nilai-nilai Injil dan dunia dapat mengembangkan kebudayaan, adat, alam pikiran, IPTEK, sehingga Gereja dapat lebih efektif menjalankan misinya di dunia.
3. Gereja tetap menghormati otonomi dunia yang bersifat sekuler, karena didalamnya terkandung nilai-nilai yang dapat mensejahterakan manusia dan membangun sendi-sendi Kerajaan Allah.
4. Sebenarnya, Gereja dan dunia merupakan realitas yang sama, seperti 2 sisi mata uang. Berbicara tentang Gereja = berbicara dunia manusia. Bagi seorang Kristiani, berbicara tentang dunia = berbicara Gereja sebagai umat Allah yang sedang berziarah di dunia ini.
AJARAN GEREJA GAUDIUM ET SPES 3
Konsili suci mengakui bahwa amat luhurlah panggilan manusia, dan menyatakan bahwa suatu benih ilahi telah ditanam dalam dirinya. Konsili menawarkan kepada umat manusia kerja sama Gereja yang tulus, untuk membangun persaudaraan semua orang, yang menanggapi panggilan itu. Gereja tidak sedikitpun tergerak oleh ambisi duniawi, melainkan hanya satulah maksudnya; yakni dengan bimbingan roh kudus penghibur melangsungkan karya Kristus sendiri, yang datang ke dunia untuk memberi kesaksian akan kebenaran; untuk menyelamatkan bukan untuk mengadili; untuk melayani bukan untuk dilayani.
USAHA UNTUK MEMBANGUN DUNIA
1. Mewujudkan persaudaraan, solidaritas, keterbukaan, keadilan, dan nilai-nilai Kerajaan Allah lainnya.
2. Turut menyelesaikan konflik-konflik kecil sekitar kita, menunjukkan cara kita membawa kedamaian.
3. Menekuni pendidikan agar kelak kita dapat membantu membangun dunia.
Komentar
Posting Komentar