Mewaspadai Ancaman Terhadap NKRI || PPKn || Kelas 11 Semester 2 KURTILAS Revisi

 ANCAMAN YANG DIHADAPI INDONESIA

1. Ancaman di Bidang Ideologi

Salah satunya paham komunisme yang mengancam keberadaan ideologi Pancasila. PKI melakukan 2 kali usaha untuk mengganti Pancasila, yaitu di Madiun (1948) dipimpin Muso untuk membentuk Republik Soviet Indonesia, dan G-30S/PKI. 

Selain itu, DI/TII juga ingin mengubah RI menjadi Negara Islam Indonesia, dipimpin oleh Kartosuwiryo (1949) di Jawa Barat, Kahar Muzakar di Sulawesi, Daud Beurueh di Aceh, dan Ibnu Hajar di Kalsel. 


2. Ancaman di Bidang Politik

Ada penyebab internal dan eksternal. 

Internal = separatisme (gerakan memisahkan diri) 

Eksternal = ancaman non-militer seperti Intimidasi, provokasi, atau blokade politik. 

Contoh separatisme di Indonesia 

a. Republik Maluku Selatan (RMS) : menolak integrasi dan hanya ingin membentuk negara sendiri yang lepas dari Negara Indonesia Timur (NIT) maupun NKRI. 

b. Gerakan Andi Aziz : di Makassar dilatarbelakangi oleh sikap penolakan Andi Aziz (mantan perwira KNIL) terhadap masuknya TNI ke wilayah Sulsel. Pasukannya ingin mempertahankan NIT. 

c. PRRI/Permesta : sebab ada hubungan tidak harmonis antara pemerintah pusat dan daerah, terutama Sulawesi dan Sumatra. Keduanya merasa tidak puas dengan otonomi daerah dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah

Separatisme sulit dihadapi dengan kekuatan militer sebab mereka dapat menempuh pola peejuangan politik tanpa senjata dan perjuangan bersenjata. 


3. Ancaman di Bidang Ekonomi

a. Internal

- Inflasi : merosotnya nilai uang (kertas) karena banyak dan cepatnya peredaran uang, akibatnya harga barang naik. 

- Pengangguran : tanpa pekerjaan, tanpa penghasilan

- Infrastruktur, sarana dan prasarana tidak memadai

- Kebijakan ekonomi yang merugikan rakyat


b. Eksternal

- Ketergantungan terhadap asing. Kehidupan ekonomi negara-negara dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara-negara lain, dan negara tertetnu hanya menerima akibat saja. 

- Daya saing rendah, karena produk belum mampu bersaing. 

- Kinerja ekonomi yang buruk. Standar hasil kerja, target, atau sasaran tidak sesuai harapan. 


4. Ancaman di Sosial dan Budaya

Isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu-isu tersebut menjadi titik timbul permasalahan, seperti separatisme, terorisme, kekerasan, dsn bencana akibat perbuatan manusia. 

Akibat-akibatnya sebagai berikut :

1) Gaya hidup konsumtif dan lebih sering konsumsi produk luar negeri

2) Hedonisme, kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi.

3) Individualisme yang tinggi, mementingkan diri sendiri dan memandang yang lain tidak ada dan tidak bermakna. 

4) Westernisasi, gaya hidup mencontoh budaya Barat tanpa disaring. 

5) Semakin pudar semangat solidaritas, gotong royong, kepedulian dan kesetiakawanan sosial. 

6) Lunturnya nilai-nilai keagamaan


5. Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Biasanya berupa ancaman militer. Ancaman militer menggunakan kekuatan bersenjata dan terorganisasi yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. 

a. Agresi

Invasi : bentuk agresi berskala paling besar dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah Indonesia. 

b. Pelanggaran wilayah (darat, laut, udara) 

Konsekuensi Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas dan terbuka. 

c. Pemberontakan Senjata

d. Sabotase dan Spionase

Indonesia memiliki sejumlah objek vital nasional dan instalasi strategis yang rawan terhadap aksi sabotase. 

Sabotase : tindakan perusakan terencana, disengaja, dan tersembunyi terhadap sasaran. 

Spionase : memata-matai untuk mengumpulkan info rahasia tanpa izin sah dari lembaga/organisasi tersebut. 

e. Aksi terror

Kegiatan terorisme yang mengancam keselamatan bangsa dan menimbulkan ketakutan serta menimbulkan korban jiwa tanpa mengenal rasa peri kemanusiaan. 

f. Ancaman keamanan laut dan udara

g. Konflik komunal

Gangguan keamanan dalam negeri yang terjadi antar kelompok masyarakat. 


STRATEGI UNTUK MENGHADAPI ANCAMAN

1. Bidang Ideologi

Kebijakan dan langkah-langkah intensif yang tepat yaitu dalam kerangka Bela Negara. 

Bangsa Indonesia harus bisa eksis sebagai negara yang kuat dan mandiri. 

Menjadikan Pancasila sebagai nilai-nilai hidup dalam masyarakat (living ideology) 


2. Bidang Politik

Indonesia harus mampu menumbuhkan pemerintah yang kuat, mandiri, tahan uji, dan mampu mengelola konflik kepentingan. 

-Mengembangkan demokrasi politik

-Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik

-Mengadakan reformasi lembaga-lembaga politik agar menjalankan fungsi dan peranannys secara baik dan benar. 

-Memperkuat kepercayaan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan ysng bersih dan berwibawa. 

-Menegakkan supremasi hukum

-Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik Internasional


3. Bidang Ekonomi

Internal :

-Penciptaan lapangan kerja padat karya

-Pembangunan infrastruktur

-Penciptaan iklim kerja yang kondusif

-Pemilihan teknologi tepat guna. 

Eksternal :

-Membangun dan menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain dalam tatanan ekonomi negara. 


4. Bidang Sosial Budaya

-Menggalakkan program pemerintah untuk meningkatkan rasa cinta terhadap budaya

-Melestarikan budaya lokal

-Memelihara keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia dengan sesamanya, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin


5. Bidang Pertahanan dan Keamanan

-Menerapkan Sishankamrata 

Dalam Pasal 30 ayat 1 sampai 5 UUD NRI 1945:

1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara

2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sishankamrata oleh TNI dan Kepolisian NRI sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagau kekuatan pendukung. 

3) TNI terdiri atas AD, AL, dan AU sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. 

4) Kepolisian Negara RI sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi, melayani, dan menegakkan hukum. 

5) Susunan dan kedudukan TNI, Kepolisian NRI, Hub. Kewenangan TNI dan POLRI dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan UU. 


PERSPEKTIF DAN GAGASAN KETAHANAN NASIONAL

Pengertian Ketahanan Nasional menurut Lembaga Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang ulet dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan baik internal maupun eksternal, langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. 


Ada 3 perspektif terhadap ketahanan nasional

1. Ketahanan Nasional sebagai Kondisi

Kondisi ideal yang memungkinkan negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu menghadapi segala ancaman dan gangguan

2. Ketahanan Nasional sebagai doktrin

Ketahanan merupakan konsepsi khas Indonesia berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan negara

3. Ketahanan Nasional sebagai pendekatan, metode atau cara

Menggambarkan pendekatan integral yang mencerminkan antar aspek/isi, baik saat membangun maupun memecahkan masalah kehidupan



GAGASAN KETAHANAN NASIONAL

Perkembangan gagasan dimulai sejak tahun 60-an oleh para perwira ABRI di Seskoad dan peserta KRA I (1965) yang mengembangkan konsep berjudul Ketahanan Revolusi

Sejak awal, gagasan pertama tahun 1968 dibentuk oleh Lemhannas. Pusat perhatian gagasannya hanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia, walau di bagian lain disinggung pertahanan bagi proses pertumbuhan bangsa dan negara. 

Penyempurnaan gagasan tercapai pada 1969, yakni "Ketahanan Nasional adalah keuletan dan daya tahan kita dalam menghadapi segala ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia."

Pada tahun 1972, ketahanan nasional dirumuskan sebagai kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional.  






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat-sifat Gereja || Agama Katolik || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sumpah Pemuda dalam Masa Pergerakan Nasional || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi

Sejarah Kedatangan Bangsa Belanda-Inggris ke Nusantara || Sejarah Wajib || Kelas 11 Semester 1 KURTILAS Revisi