Proklamasi Kemerdekaan Indonesia #2 || Sejarah Wajib 2 || Kelas 11 Semester 2 KURTILAS Revisi
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
PEMBENTUKAN PEMERINTAH RI YANG PERTAMA
Syarat berdirinya sebuah negara :
a. Memiliki pemerintah yang berdaulat
b. Memiliki wilayah
c. Pengakuan dari negara lain
Pengakuan secara de facto yaitu berdasar pada fakta yang sudah memenuhi syarat. , rakyat, wilayah,dan pemerintah yang berdaulat.
Pengakuan de jure yaitu negara telah diakui berdasar hukum internasional berdasarkan hukum internasional.d. Memiliki penduduk yang tetap
SIDANG I PPKI
Dilaksanakan pada 18 Agustus 1945 di Gedung Pancasila (Chuo Sangi In).
Hasil keputusannya :
a. Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945 sebagai konstitusi negara
b. Memilih Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai presiden dan wakilnya, diusul oleh Otto Iskandardinata secara aklamasi (langsung dan lisan dari peserta rapat). Berarti sistem pemerintahan negara kita adalah presidensial.
c. Ada juga revisi Piagam Jakarta pada sila pertama.
d. Sementera Presiden dibantu oleh KNIP sebelum terbentuknya MPR, DPR.
Selama menjabat, Soekarno melakukan banyak hal dan ini ditulis di buku The Remarkable Story of Soekarno ditulis oleh Adimitra Nursalim, isinya menceritakan perjalanan Soekarno semasa hidup dan kepemimpinannya.
SIDANG II PPKI
Dilaksanakan pada 19 Agustus 1945 .
Hasil keputusannya :
a. Membentuk 12 Kementerian dan 4 Menteri Negara
b. Membentuk pemerintah daerah. Indonesia dibagi menjadi 8 provinsi yang dipimpin oleh seorang gubernur.(ditambah 2 daerah istimewa, Yogyakarta dan Surakarta.)
Berikut Tabel Provinsi + Gubernurnya :
Provinsi | Gubernur |
Jawa Barat | Soetardjo Kartohadikoesoemo |
Jawa Tengah | Raden Panji Soeroso |
Jawa Timur | Raden Mas Tumenggung Ario S |
Borneo (Kalimantan) | Ir. Moh. Noor |
Sulawesi | dr. Sam Ratulangi |
Maluku | Mr. Johannes Latuharhary |
Sunda Kecil (Nusa Tenggara) | Mr. I Gusti Ketut Pudja |
Sumatra | Mr. Teuku Moh. Hasan |
Berikut Tabel Menteri pada masa awal kemerdekaan :
Dalam Negeri | R.A.A Wiranatakusuma |
Luar Negeri | Achmad Soebardjo |
Keuangan | A.A. Maramis |
Kehakiman | Ir. Surachmad Cokroadisuryo |
Keamanan Rakyat | Supriyadi |
Pengajaran | Ki Hajar Dewantara |
Penerangan | Amir Sjarifuddin |
Sosial | Mr. Iwa Kusumasumantri |
Pekerjaan Umum | Abikoesno Tjokrosoeyoso |
Kesehatan | dr. Boentaran Martoatmodjo |
Perhubungan | Abikoesno Tjokrosoeyoso (ad interim) |
Kemakmuran | Ir. D. P. Surahman |
a. K.H. Wahid Hasyim
b. dr. M. Amin
c. Mr. R. M. Sartono
d. Otto Iskandar Dinata
SIDANG III PPKI
Dilaksanakan pada 22 Agustus 1945. Membentuk 3 badan baru untuk menunjang pemerintahan RI.
a. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
Awalnya KNIP adalah penasihat dan pembantu presiden. Kini berfungsi sebagai lembaga legislatif seperti DPR, dan MPR.
b. Partai Nasional Indonesia (PNI)
Sebagai partai tunggal di Indonesia dan diharapkan mmpu menjadi wadah persatuan pembinaan politik bagi rakyat Indonesia.
c. Badan Keamanan Rakyat (BKR)
Menjaga keamanan rakyat. Isinya mantan anggota PETA, Heiho, Seinendan, dan Keibodan.
TRASNFORMASI TNI
Pada September 1945, AFNEI dan NICA tiba di Jakarta dan menjadi ancaman pertama bagi kemerdekaan. BKR tidak bisa mengamankan wilayah.
Pada 5 Oktober 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat tentang pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Urip Sumoharjo diangkat menjadi Kepala Staf TKR.
KNIP mengeluarkan perintah mobilisasi bagi mantan-mantan tentara PETA, KNIL, Heiho, dan laskar-laskar pejuang untuk bergabung ke dalam satuan TKR.
Proses perubahan BKR menjadi TNI adalah sebagai berikut.
1. Badan Keamanan Rakyat (BKR) - 22 Agustus 1945
Bukan organisasi ketentaraan resmi. Tugasnya menjaga keamanan rakyat.
2. TKR (Tentara Keamanan Rakyat) - 5 Oktober 1945
Pada 12 November 1945, konferensi TKR membahas tentang pengganti Supriyadi. Diantara Urip dan Soedirman, Soedirman terpilih sebagai pimpinan tertinggi TKR. Pada 18 Desember 1945, Soedirman dilantik oleh Pres. Soekarno sebagai panglima besar TKR dan pangkatnya dinaikkan menjadi Jenderal.
3. TKR (Tentara Keselamatan Rakyat) - 7 Januari 1946 (hanya bertahan kurang dari 1 bulan)
4. TRI (Tentara Republik Indonesia) - 26 Januari 1946
5. TNI (Tentara Nasional Indonesia) - 3 Juni 1947
6. Pada 27 Desember 1949 melalui KMB, Indonesia berubah menjadi negara federasi menjadi RIS. Maka dibentuklah APRIS, Angkatan Perang RIS.
7. Pada 17 Agustus 1960, RIS dibubarkan menjadi RI, otomatis APRIS menjadi APRI. Pada saat itu Angkatan perang dan kepolisian digabung menjadi ABRI (Angkatan Bersenjata RI).
8. Pada tahun 1998, AD AL dan AU dikembalikan menjadi TNI, dan terpisah dengan Kepolisian RI (POLRI)
Hari TNI diperingati setiap tanggal 5 Oktober sesuai tanggal terbentuknya TKR (Keamanan).
PERUBAHAN SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA
Awalnya, Sutan Syahrir tidak setuju dengan sistem presidensial karena terlalu memberi kekuatan besar pada presiden. Baginya, sistem parlementer lebih cocok bagi kondisi Indonesia yang memiliki beragam paham, ideologi, dan pandangan politik.
a. Sistem Presidensial
Presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. (Kekuasaan terbesar ada di Presiden)
b. Sistem Parlementer
Presiden sebagai kepala negara dan Perdana Meneteri sebagai kepala pemerintahan. (Kekuasaan terbesar ada di Parlemen)
Sutan Syahrir mengeluarkan petisi untuk mengubah sistem pemerintahan. Petisi kemudian dibahas pada sidang KNIP pada 16-17 Oktober 1945. Pada sidang membahas 2 poin :
- Menetapkan KNIP sebagai lembaga legislatif
- Menetapkan Syahrir sebagai ketua BP-KNIP
Pada 11 November 1945, BP-KNIP mengusulkan agar para menteri bertanggung jawab pada KNIP. Usul disetujui pada 14 Novvember 1945. Inilah momentum yang menandai lahirnya sistem parlementer dan berakhirnya sistem presidensial pada masa awal kemerdekaan.
PAHLAWAN PROKLAMATOR DAN TOKOH PENTING DI MASA INI
1. Ir. Soekarno
2. Drs. Moh. Hatta
3. Mr. Achmad Soebardjo
Beliau bersama Bung Hatta menjadi wakil Indonesia dalam sidang antar bangsa "Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajah" yang diselenggarakan Brussels, Belgia.
Ia juga yang membujuk golongan muda agar memulangkan Soekarno dan Hatta dari Regnasdengklok ke Jakarta.
4. Sutan Syahrir
Orang pertama yang menyebarkan berita kekalahan Jepang kepada golongan muda.
Beliau diberi gelar pahlawan nasional kepadanya melalui SK Presiden No. 76 pada 9 April 1966.
5. Golongan Muda
a. Sukarni Kartodiwiryo
Pimpinan golongan muda yang bermarkas di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31, Jakarta. Ia pelopor pengasingan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Pasca kemerdekaan, ia memimpin pertemuan tentang strategi penyebarluasan berita kemerdekaan Indonesia.
b. Wikana
Tokoh yang paling mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Beliau yang mempersiapkan teknis acara proklamasi.
c. Chaerul Saleh
Turut berperan dalam pengasingan Rengasdengklok. Beliau bergabung dalam organisasi Persatuan Perjuangan pimpinan Tan Malaka.
d. Sayuti Melik
Anggota tambahan PPKI. Pengetik naskah proklamasi.
6. Penyebar Berita Proklamasi
a. Burhanuddin Muh. Diah
Merebut kantor percetakan Djawa Shimbun milik Jepang lalu menyebarkan berita kemerdekaan melalui media cetak.
Selain itu, Syahruddin (Wartawaan Kantor Berita Domei) adalah orang yang mengantarkan salinan teks proklamasi ke kantor Domei. Lalu salinan diterima oleh kepala bagian radio, Waidan B. Palenewen. Kemudian disiarkan oleh F. Wuz dan Yusuf Ronodipuro melalui siaran radio.
7. Pengibar Bendera Merah Putih
a. Fatmawati (Istri Soekarno) yang menjahit Bendera Merah Putih
b. S. Suhud yang membuat tiang bendera dari bambu dan menjadi pengibar benderanya.
c. Latief Hendraningrat sebagai pengibar
d. S. K. Trimurti sebagai pengibar yang memegang bendera Merah Putih.
Lanjut ke part 3 : https://ringkasan11mipa.blogspot.com/2022/06/proklamasi-kemerdekaan-indonesia-3.html
Source :
Ruangguru
https://www.gramedia.com/literasi/hasil-sidang-ppki/#A_Hasil_Sidang_Pertama_PPKI
Komentar
Posting Komentar